Home Natura Berkebun dengan Sistem Hidroponik
0

Berkebun dengan Sistem Hidroponik

Berkebun dengan Sistem Hidroponik
383
0

Sebelum anda membuat sistem hidroponik ada baiknya anda tahu apa itu hidroponik. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Gagasan berkebun hidroponik (hydroponic gardening) atau berkebun tanpa tanah, telah ada sejak zaman Raja Sulaiman. Bahkan, orang tua kita dulu sudah menerapkan cara bertanam hidroponik dengan cara, menanam pohon seperti kangkung, bayam di antara bebatuan di tepi sungai

Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Hal ini disebabkan karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi. Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.

Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali. Tanaman hidroponik membutuhkan pestisida lebih sedikit. Erosi tanah juga tidak menjadi masalah karena hidroponik hanya menggunakan media air.

Lantas bagaimana tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi yang biasanya didapatkan dari tanah? Semua nutrisi tersedia dalam cairan atau bubuk yang dicampur dalam air. Sistem hidroponik bisa dikategorikan menjadi dua yaitu sistem aktif dan pasif. Sistem hidroponik aktif mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Sedang sistem hidroponik pasif bergantung pada gaya kapiler dari media tumbuh. Dalam sistem pasif, larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke akar tanaman.

Sisi negatif dari metode ini adalah ketidakmampuan untuk memberikan cukup oksigen melalui akar untuk mendukung pertumbuhan terbaik tanaman.

Sistem hidroponik juga dapat dibedakan menjadi dapat di-recovery dan tidak dapat di-recovery (non-recovery). Dalam sistem recovery, larutan nutrisi disirkulasikan untuk digunakan kembali. Dalam sistem non-recovery, larutan nutrisi tidak digunakan kembali.

Keuntungan Bertanam dengan hidroponik

  • Tidak membutuhkan tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium
  • Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu
  • Media tanam dapat dilakukan selama bertahun-tahun
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya

Jika tidak yakin hendak membeli atau membangun sistem hidroponik jenis apa, Anda bisa membeli yang menurut Anda paling cocok untuk membiasakan terlebih dahulu dengan cara bertanam ini.

Berkebun hidroponik adalah hobi yang populer, menyenangkan, serta mudah dipelajari.

(383)