Waspadai Air Liur Komodo

Komodo merupakan hewan langka yang masih hidup. Hewan yang hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur itu menjadi pusat perhatian dunia karena memang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Hewan yang juga tergolong hewan purba itu memang unik, dan karenanya Pulau Komodo sempat diajukan menjadi keajaiban dunia yang baru

Dibalik keunikan dari komodo, ternyata ada satu hal yang bisa dibilang cukup berbahaya dari hewan itu, yaitu air liurnya. Mungkin kamu juga pernah mendengar bahwa air liur komodo itu berbahaya dan beracun. Air liur tersebut dapat menyebabkan hewan yang terperangkap dalam mulut seekor komodo menjadi lumpuh karena keracunan. Ya, hal ini memang sangat menguntungkan komodo dalam memburu dan memangsa hewan-hewan lain, seperti rusa dan kambing.

Dari mana datangnya racun di dalam air liur komodo itu? Asal tahu saja, dalam mulut seekor komodo bersarang sekitar 50 bakteri! Wow, pantas saja air liurnya berbahaya. Apalagi, hampir semua bakteri itu bersifat patogenik. Bakteri patogenik ini sendiri adalah bakteri yang cenderung bersifat menginfeksi makhluk hidup sehingga menimbulkan efek sakit tertentu. Bakteri ini terus berkembang biak dan dapat menyebar dari satu komodo ke komodo lainnya. Penelitian terbaru menduga bahwa sumber utama hadirnya bakteri ini adalah kesehatan gigi komodo yang sangat buruk, sehingga menyebabkan bakteri leluasa berkembang biak di mulutnya.

Jadi, bagi yang tertarik mengunjungi komodo di Pulau Komodo sebaiknya berhati-hati ya. Biasanya sudah ada pawang yang menjaga supaya komodo tidak menyerang para pengunjung. Meski demikian, kita tetap perlu waspada agar jangan sampai tergigit oleh komodo. Dan jika tergigit, sebaiknya segera minta pertolongan agar bakterinya tidak menyebar ke seluruh tubuh.