Mengenal Hepatitis A dan Gejalanya

Mengenal Hepatitis A dan Gejalanya

HEPATITIS A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA). Virus Hepatitis A tergolong picornavirus. Virus ¡ni sangat stabil pada suhu tinggi maupun pada pH 3-10. Komplikasi infeksi Hepatitis A bisa berupa Hepatitis fulminan.

Sulit untuk mengetahui insidens pasti infeksi Hepatitis A karena pada sebagian kasus infeksinya bersifat asimtomatik (tidak timbul gejala), terutama pada anak berusia <6 tahun.

Hati yang tidak normalVirus hepatitis A terutama menular secara fekal-oral, baik dan manusia ke manusia maupun kontak terhadap makanan atau air yang terkontaminasi dengan feses yang terinfeksi. Penularan terjadi sejak 2-3 minggu sebelum munculnya gejala hingga 8-19 hari sesudah muncul gejala. Penularan hepatitis A mudah terjadi di tempat yang relatif padat seperti infeksi serumah dan tempat penitipan anak. Selain itu, penularan juga dapat terjadi di rumah sakit dan di kolam renang yang tidak terklorinisasi dengan baik, meskipun jarang.

SIAPA YANG BERISIKO

Terdapat populasi tertentu yang rentan terinfeksi hepatitis A. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Anak berusia 12-23 bulan Individu yang bepergian ke daerah endemis hepatitis A
  2. Penderita dengan penyakit hati, termasuk infeksi virus hepatitis B, C, atau pasien transplantasi hati.
  3. Kalangan homoseksual dan pengguna narkotika intravena.
  4. Pedagang makanan juga tercatat memiliki risiko yang cukup tinggi.

GEJALA HEPATITIS A
Masa inkubasi hepatitis A bervariasi antara 14-28 han dengan gejala klinis yang juga bervariasi mulai dan asimtomatik hingga simtomatik, tergantung pada usia. Pada anak berusia <6 tahun, sekitar 70% kasus tidak menunjukkan gejala spesifik, sedangkan pada kasus dewasa sekitar 85% memperlihatkan gejala dan membutuhkan rawat inap. Gejala yang terjadi dapat berupa demam, tidak nafsu makan, diare, muai, rasa tidak nyaman di perut, kemih berwarna gelap, dan warna kuning pada kulit serta mata.
Pada umumnya, gejala bertahan sekitar 2 bulan, tetapi pada kasus tertentu dapat melanjut hingga 6 bulan.
Diagnosis Hepatitis A dibuat berdasarkan temuan laboratoris antibodi terhadap virus hepatitis A (anti-HAV). Diagnosis infeksi Hepatitis A akut dibuktikan melalui 1gM anti-HAV yang positif. IgM anti-HAV dapat bertahan selama 4 bulan, namun pada beberapa pasien ber
tahan hingga 1 tahun setelah infeksi awal. Pemeriksaan lain menggunakan teknik PCR (polymerase chain reaction) yang dapat mendeteksi virus di dalam serum sampai dengan 21 hari setelah timbul gejala.
Hingga saat ini tidak ada terapi spesifik untuk mengobati infeksi akut virus Hepatitis A.Terapi hanya bersifat suportif dengan tirah baring, menghindari aktivitas fisik berat, dan menghindari konsumsi alkohol.

PENCEGAHAN HEPATITIS A
Pencegahan dapat dilakukan mulai dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pencegahan dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif/pasif.

Imunisasi Pasif dilakukan dengan memberikan normal human immune globulin (NIHG) terutama pada individu yang rentan terhadap paparan, maupun orang yang telah terpapar infeksi virus Hepatitis A. Imunogiobulin ini diberikan dosis tunggal secara intramuskular. Bila diberikan dalam 2 minggu pasca paparan, maka efektivitas proteksi sebesar 85%.

Imunisasi Aktif yang diberikan berupa vaksin yang berisi virus hepatitis inaktif (inactivated vaccine). Imunisasi hepatitis A direkomendasikan untuk individu yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis A, serta pasien yang terinfeksi hepatitis B dan C. Vaksinasi hepatitis A diberikan dalam 2 dosis secara intramuskular selang waktu 6-12 bulan, besarnya dosis tergantung produk dan usia resipien. Di Indonesia, umumnya vaksinasi Hepatitis A diberikan pada individu mulai usia 2 tahun hingga dewasa dan diperkirakan memberi kekebalan selama
lebih dan 20 tahun.

CATEGORIES
TAGS
Share This