Home Kesehatan Penyakit Campak, Gejala dan Pengobatan secara Alami
0

Penyakit Campak, Gejala dan Pengobatan secara Alami

Penyakit Campak, Gejala dan Pengobatan secara Alami
952
0

Penyakit campak atau tampek merupakan salah satu penyakit yang biasa terjadi pada anak tapi tidak tertutup kemungkinan menjangkit pada orang dewasa. Penyebab penyakit campak ini adalah disebabkan karena virus. Cara penularan penyakit campak atau tampek adalah melalui udara dan juga melalui bersin atau percikan ludah.

Gejala Penyakit Campak

Gejala campak pada orang dewasa memang akan muncul setelah 10-14 hari seseorang terinfeksi virus campak. Jadi, gejala bintik merah tidak akan terlihat sebelum 10-14 hari tersebut. Virus yang masuk ke dalam tubuh melalui udara yang dihirup akan masuk ke tenggorokan dan berkembang di dalam tenggorokan, lalu menyebar. Penyakit campak ini bisa saja tertularkan dari orang lain dan mudah menular jika kondisi fisik sedang lemah atau tidak memiliki imun yang cukup kuat untuk menghalaunya.

Gejala campak pada orang dewasa secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Munculnya ruam atau bercak-bercak merah pada tubuh.
    Kulit yang mulus tiba-tiba nampak menyerupai polkadot merah putih. Tentu saja pemilik kulit akan terganggu dengan kondisi ini. Akan tetapi sesungguhnya, munculnya ruam-ruam merah bukanlah gejala awal sakit campak melainkan merupakan merupakan gejala puncak dari sakit campak. Ini artinya sebelum campak dengan bercak merah itu muncul, penderita harus sudah mengenal gejala lainnya yang mungkin terabaikan begitu saja.
  2. Sakit batuk kering dan pilek
  3. Sakit mata (mata merah dan berair)
  4. Munculnya bintil merah pada mulut dimana terdapat bintil-bintil berwarna putih di bagian ujung berwarna merah atau merah muda.
    Rasa lidah menjadi tidak nyaman dengan kondisi itu, biasanya ini menyebabkan nafsu makan yang berkurang drastis. Bintil-bintil ini bisa bertahan selama beberapa hari.
  5. Peningkatan suhu tubuh atau demam.
    Suhu tubuh biasanya akan naik hingga 38 °C. Gejala inipun hampir menyerupai dengan penyakit lainnya, sehingga kerapkali sang penderita terkecoh dengan jenis penyakit yang dideritanya, dianggapnya bukan penyakit campak yang kelak akan menimbulkan bintil merah di seluruh tubuhnya.

Pada beberapa penderita, gejala campak juga biasanya disertai beberapa gejala seperti diare, sensitif pada cahaya, kelelahan, tidak nafsu makan, dan pusing. Kondisi diare membuat penderita menjadi lebih cepat lelah dan malas, sehingga inginnya terus berbaring di ranjang.

Setelah 3-4 hari, bercak-bercak merah mulai muncul di wajah dan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, mulai dari leher, tangan, perut, dan kaki. Makin lama, bercak merah ini akan makin jelas. Bercak merah ini akan tampak membesar bila menyatu. Bercak-bercak merah ini sebenarnya reaksi dalam tubuh atas gejala-gejala awal campak tadi. Bercak merah inilah yang kerapkali meninggalkan bekas pada penderitanya, sehingga diharapkan dengan perawatan yang tepat bekas campak ini tidak terlihat dengan jelas.

Saat bercak-bercak merah muncul dan menyebar, biasanya beberapa gejala awal tadi akan semakin parah, misalnya suhu tubuh yang meningkat hingga 40 °C, batuk yang semakin parah, atau diare yang semakin parah. Akan tetapi, sakit ini tidak akan bertahan lama. Dalam waktu 3-5 hari kondisi penderita akan lebih baik. Seiring dengan menurunnya suhu tubuh dan pulihnya kondisi tubuh penderita, bercak-bercak merah akan mulai menghilang. Pada beberapa kasus, bercak-bercak tadi akan nampak coklat lalu akhirnya menghilang.

Gejala campak pada orang dewasa yang dikenali sejak dini tentu bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penularan pada orang lain, ataupun komplikasi yang lebih parah akibat lambatnya penanganan campak. Jadi jangan abaikan campak, sebisa mungkin menghindari tertular atau terkena campak karena komplikasi yang dihasilkan oleh penyakit campak ini bisa membuat kondisi tubuh memburuk.

Penularan Penyakit Campak
Hal yang mempengaruhi atau juga distribusi dari penyakit campak atau tampek adalah :

  • Orang
    Penyakit campak atau tampek adalah salah satu bentuk penyakit menular yang bisa menyerang anak-anak yang usianya dibawah 15 bulan, anak usia sekolah dan juga untuk anak remaja. Penyebaran dari penyakit campak atau tampek ini berdasarkan dari usia yang berbeda dari satu daerah pada daerah yang lainnya, semuanya tergantung dari kepadatan penduduk, dan terisolasi atau tidaknya daerah tadi. Pada daerah urban dengan penduduk yang tinggi maka transmisi dari penyakit campak atau tampek bisa terjadi dengan sangat tinggi.
  • Tempat
    Berdasarkan dari lokasi penyakit campak atau tampek yang berbeda, dimana daerah perkotaan baisanya menjadi siklus epidemi penyakit campak yang biasanya terjadi setiap kurang lebih 2-3 tahun sekali, dan sedangkan pada daerah seperti pedesaan penyakit campak atau tampek biasanya frekuensinya jarang terjadi, namun jika sewaktu-waktu terjadi penyakit campak, maka serangan yang muncul bisa menjadi seperti wabah dan kemudian akan menyerang golongan umur yang rentan.
  • Waktu
    Dari suatu hasil penelitian retrospektif yang dilakukan, penyakit campak atau tampek di Indonesia yang terjadi sepanjang tahun, dimana terjadinya peningkatan kasus di bulan Maret dan kemudian mencapai puncaknya sekitar bulan Mei, Agustus, September, serta oktober. Hal ini dilakukan pada tahun 1989.

Komplikasi Penyakit Campak
Penyakit campak atau tampek bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang terjadi dapat diakibatkan karena adanya penurunan sistem imunitas tubuh sehingga dapat dengan mudah mengalami infeksi secara tumpangan. Hal yang tidak diinginkan adalah bahwa komplikasi yang terjadi bisa mengakibatkan terjadinya kematian pada balita. Selain itu komplikasi sekunder yang dapat terjadi seperti: sakit telinga akut atau otitis media akut, ensefalitis, bronchopneuumoniae, dan enteritis.

Berikut uraian komplikasi tersebut:

  1. Bronchopnemonia
    Biasanya hal ini terjadi jika ada virus campak yang menyerang ke bagian epitel pada saluran nafas sehingga akan membuat peradangan pada paru-paru yang disebut dengan penyakit pneumonia.
  2. Otitis media akut
    Pada sakit telinga akut ini biasanya disebabkan karena invasi dari virus campak yang masuk ke dalam telinga tengah. Kemudian gendang telinga tadi baisanya menjadi hyperemia untuk fase prodmoral dan juga untuk stadium erupsi. Jika memang terjadi suatu invasi dari bakteri yang ada pada lapisan sel mukosa yang mengalami kerusakan akibat dari invasi virus yang terjadi pada kasus otitis media purulenta.
  3. Ensefalitis
    Keadaan seperti ini merupakan salah satu bentuk komplikasi yang terjadi secara neurologic yang biasanya jarang terjadi. Namun hal ini biasanya muncul pada hari ke 4-7 setelah ruam muncul. Kejadian yang seperti ensefalitis ini terjadi paling tidak sekitar 1 dalam 1.000 kasus campak, dengan kasus CFR yang berkisar antara 30-40%. Terjadinya kasus ensefalitis ini bisa terjadi lewat mekanisme imunologik atau juga lewat invansi secara langsung pada virus campak yang masuk ke dalam otak.
  4. Enteritis
    Enteritis biasanya terdapat pada beberapa anak yang mengalami masalah campak, penderita biasanya akan mengalami muntah dan juga mencret dalam kasus fase prodmoral. Keadaan yang seperti ini terjadi sebagai salah satu akibat dari invasi virus yang masuk ke dalam sel mukosa di dalam usus.

Pengobatan Alami

Untuk mempercepat proses pemulihan, beberapa hal yang bisa membantu:

  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masi sensitif terhadap cahaya.
  • Minum obat penurun demam, dan obat pereda sakit serta nyeri. Tapi jauhkan aspirin jika anak Anda di bawah usia 16 tahun.

Beberapa cara alami untuk membantu pengobatan penyakit campak ini adalah sebagai berikut:

  1. Gunakan bahan dua genggam beras dan kemudian direndam. Kemudian ambilah daun asam jawa dan 2 kunyit yang besarnya se-ibu jari kemudian di tumbuk sampai halus. Caranya adalah dengan membuat bedak dingin yang dibentuk seperti bola-bola kecil, kmudian dijemur hingga mengering dan cara menggunakannya adalah dengan mengoleskan bedak tersebut pada bagian yang terkena campak.
  2. dengan memarut dan memeras jagung muda. Keudian air dari hasil tumbukkannya ini digunakan untuk bedak. Jika penyakit campak ini menimbulkan demam yang tinggi, minumlah air kelapa hingga demam hilang.
  3. Buat ramuan yang terbuat dari segenggm tepung beras, 3 siung kencur, dan asam jawa sedikit saja. Kemudian dicampurkan semua bahannya dan aduk hingga merata. Oleskan ramuan ini pada bagian yang campak. Lakukan hal ini 3 kali sehari.

Demikian ulasan tentag penyakit campak. Mari kita cegah penyakit tersebut.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

(952)